Selama perang saudara di El Salvador pada tahun 1980-an, sebuah kelompok pemberontak gerilyawan sayap kiri berjuang untuk mengungkap keberadaan regu pembunuh milik pemerintah melalui jaringan radio bawah tanah, serta berharap dapat mengakhiri teror pemerintah tersebut dengan bantuan seorang jurnalis Amerika.










